Rabu, Juli 15, 2009

RESENSI FILM

THE OXFORD MURDERS
Film ini menceritakan tentang pencarian kebenaran atas sebuah misteri pembunuhan. Berawal sejak kedatangan Martin, seorang calon mahasiswa program S2 Matematika Oxford University Inggris yang akan in the kost di sebuah rumah yang dihuni oleh seorang wanita tua dan seorang putrinya yang berprofesi sebagai seorang musisi. Cinta kemudian hadir di hati sanubari Beth, Putri wanita tua itu pada Martin. Statement Martin tentang Ibunya Beth membuat Beth mengingat perkataan Martin. Pertemuan Martin dengan Horna, seorang perawat di arena Squah menjadi bumbu yang memperkaya cerita film. Tak ada love triangle antara Martin, Beth, dan Horna. Justru Cinta segitiga muncul antara Martin, Horna, dan seorang Profesor Matematika bernama Arthur Sheldon. Tokoh utama dari film ini adalah Martin yang diperankan oleh Elijah Wood (Lord of The Rings).
Teori – teori ilmu Matematika banyak menghisasi scene demi scene dari film ini. Akal kita sedikit banyak harus bepikir agar memahami isi film.
Menurutku film ini menarik dan saya anjurkan anda menonton film yang mendeskripskikan bahwa “alasan apapun bisa dijadikan pembenaran atas suatu peristiwa untuk menyembunyikan hal yang sesusungguhnya”. Menarik dan Investigatif!
***

RESENSI FILM BODY OF LIES
Kesan Propaganda tentu tak bisa lepas dari hadirnya film ini. Serupa dengan novelnya. Mengisahkan cerita tentang spionase agen intelejen Amerika, CIA. Ferish, agen interlejen tersebut melakukan pengintaian pada Negara – Negara Islam di timur tengah. Ferish fasih berbahasa Arab, ini menunjukkan substasnsi keseriusan untuk mencapai tujuan, sebagaimana Snouck Hugronye ketika masuk di Aceh.
Tak bisa dikatakan ada adegan action yang memukau, hanya sedikit tembak – menembak dan beberapa bom. Film ini hanya ingin berpesan tentang support Amerika untuk memerangi terorisme yang di dalam film ini, Negara Islam dan orang Islam dijadikan symbol terorisme dunia.
Leonardo Dicaprio (Titanic, The Man in The Iron Mask) dan Russel Crow (beautiful Mind) pemeran utama film, menambah komersialnya marketing film. Sehingga pesan bahwa Islam adalah terorisme semakin tersebar ke seluruh dunia . Secuil kisah percintaan yang hadir di film ini tak banyak menghalangi pesan yang disampaikan film ini.
*

RESENSI FILM LASKAR PELANGI
Sungguh begitu memalukan ketika seorang pelajar atau mahasiswa yang bergelimang fasilitas memadai dan akses pendidikan, tak memanfaatkan sebaik – baiknya. Film yang sebagaimana kita ketahui asal mula kemunculannya dari berbagai media ini, diankat dari Novel Best Seller “Laskar Pelangi”, karya Andrea Hirata.
Kisah tentang keseriusan dan konsistensi anak – anak di Belitong dalam mengejar mimpi – mimpinya dengan belajar di sekolah yang minim fasilitas.
Lucu, Menarik, dan sungguh memberi inspirasi kepada saya dan siapa saja yang mengingkan agar Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat di dunia internasional. I agree with Nidji : “Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia”.
*****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar