Terlepas dari anjloknya suara Partai Golkar pada Pemilu Legislatif 9 April silam dan kekalahan duet JK - WIRANTO pada Pilpres 8 juli lalu (Versi hitung cepat), Tentu elite Golkar seharusnya harus lebih cerdas dalam melakukan penyikapan terhadap realitas yang tengah menghampiri. Wacana mempercepat MUNAS bukan menjadi persoalan, tetapi persoalannya kemudian adalah bagaimana menentukan kelanjutan eksistensi partai secara visioner. Elite partai sebaiknya jangan berpikir pragmatis, dengan hanya mempersoalkan isu kepemimpinan nasional partai. Tetapi harus lebih jauh dari itu, bagaimana nantinya siapa pun dia, terlepas nantinya memposisikan partai dimana, tentu perlu dipikirkan tentang sistem kaderisasi partai. Sebab, Sistem Kaderisasi yang baik dan dilakukan oleh orang - orang yang konsisten terhadap sistem itu, maka out put yang akan dihasilkan akan baik pula. Out pun itu akan tercermin pada SDM dan kualitas Partai secara menyeluruh.
Di level DPD Tingkat II yang baru terbentuk misalnya, kepengurusan yang terstruktur jelas terlihat bagi - bagi kue-nya. Si "A" menjadi Ketua DPD Tingkat II, dengan harapan nantinya ia akan menjadi calon kepala daerah di kabupaten itu. Dalam politik sah - sah saja, tetapi tanpa adanya sistem kaderisasi yang ter-format sedemikian rupa, ya golkar hanya akan larut dalam kebanggaan dan romantisme sejarah an sich.
Believe it or Not?
SISTEM KADERISASI itu URGEN!!!
Di level DPD Tingkat II yang baru terbentuk misalnya, kepengurusan yang terstruktur jelas terlihat bagi - bagi kue-nya. Si "A" menjadi Ketua DPD Tingkat II, dengan harapan nantinya ia akan menjadi calon kepala daerah di kabupaten itu. Dalam politik sah - sah saja, tetapi tanpa adanya sistem kaderisasi yang ter-format sedemikian rupa, ya golkar hanya akan larut dalam kebanggaan dan romantisme sejarah an sich.
Believe it or Not?
SISTEM KADERISASI itu URGEN!!!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar