Selasa, Juni 16, 2009

Cermin

C E R M I N
“Aku tak ingin hidup ini datar – datar saja. Aku memang mengalir menjalani kehidupan, tetapi bukan berarti menerima apa adanya. Aku berusaha menjadi terbaik, dan semuanya sangat berarti ”.
Di usia-ku yang kini berkisar di 20-an awal, kupikir telah sekian lama berpetualang dalam laboratorium kehidupan, mengurangi seabrek eksperimen memenuhi ledakan rasa ingin tahu yang setiap saat tak terduga kemunculannya. Persis seperti apa yang dikatakan Beckam di saat menemukan inspirasi pada evolusi gaya rambutnya. “Tiap saat aku punya inspirasi baru. Jika desakan dari dalam itu muncul, sulit untuk menghentikan. Aku akan tersiksa kalau tak segera membuatnya menjadi kenyataan. Tak ada tujuan khusus kenapa aku sering berganti gaya rambut. Aku hanya ingin melakukan perubahan untuk menjadi segar”. 
Barangkali ada benarnya jika kumulai berusaha mengurangi intensitas pencarian jati diri dan segera menukarnya dengan aktualisasi dan pencapaian – pencapaian dari ekspektasi kehidupan. Namun jika hal itu kulakukan, bukan berarti harus meningglkan dunia organisasi yang selama ini telah kugeluti dan telah cukup berhasil mengkonstruk daya nalar intelektualku. Dari “malu bertanya sesat di jalan”, hingga menjadi “lubuk akal tepian ilmu”, setidaknya bagi para junior di kesemua organisasi yang kugeluti. Namun kupikir juga di usia-ku sekarang ini, aku merasa belum secuil pun mendedikasikan sebuah karya nyata. Ketika orang – orang seusiaku yang lain seperti Cristiano Ronaldo yang telah mendapatkan capaian sebagai pemain terbaik dunia 2008 dan rekor transfer tertinggi, Percha Leanpuri terpilih sebagai Anggota DPD termuda pada Pemilu Legislatif 9 april lalu. Ada cermin kemandirian yang terpancar dari sosok Ronaldo dan Percha, mungkin itu aktivitas positif yang telah menjadi habitual action mereka, atau pun kemauan keras dan tekad kuat yang terintegrasi dalam diri mereka yang kemudian menghasilkan pribadi yang penuh prestasi. Meminjam statement Bang Jay (Djayadi Hanan) ; “kecukupan financial, bukanlah kunci sukses, tapi merupakan pendukung yang baik. Kunci sukses adalah niat yang baik, tekad yang tak kenal kompromi, kemampuan yang memadai, yang diperoleh dari ketekunan dan latihan terus – menerus”.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar